Pengertian K3 Menurut Para Ahli

By | 2017-12-28

Kesehatan, Keselamatan, dan Kesejahteraan (K3) merupakan aspek penting yang tidak boleh disepelekan dalam dunia kerja, terutama bagi para karyawan yang bekerja kepada perseorangan maupun instansi. Persoalan K3 ini sendiri kerap memicu polemik ketika terjadi sebuah insiden dalam pekerjaan yang berakibat cukup fatal terhadap si pegawai. Apa sebenarnya pengertian K3 menurut para ahli?
Banyak sekali ahli yang telah mengeluarkan pendapat perihal definisi maupun pelaksanaan dari K3 tersebut untuk kepentingan pekerja. Berikut ini adalah beberapa pengertian K3 menurut para ahli yang dapat memberikan jawaban terhadap mereka yang belum mengerti benar akan arti sekaligus pentingnya K3 dalam dunia kerja :

pengertian k3 menurut para ahli

Jhon Ridley
Merupakan seorang penulis buku-buku non-fiksi best-seller di bidang kesehatan dan keselamatan kerja, Jhon Ridley berpendapat bahwa K3 adalah kondisi di mana pekerjaan tersebut berjalan baik dan aman bagi pekerja, perusahaan, maupun masyarakat sekitar perusahaan.

Lalu Husni
Sebagai seorang ahli dalam hokum ketenagakerjaan, Lala Husni menyebut bahwa K3 merupakan segala bentuk upaya untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja maupun timbulnya penyakit akibat pekerjaan.

Suma’mur
Penulis yang khusus mengkritisi tentang dunia kerja ini menulis bahwa K3 adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, aman, serta tentram bagi para pegawai dari perusahaan terkait.

Sementara tujuan dari penerapan pengertian K3 menurut para ahli tidak lain semata-mata demi keuntungan pegawai, terutama yang bekerja di medan-medan sulit seperti perusahaan konstruksi. K3 diperuntukkan bagi para pekerja, serta diperjuangkan pula untuk mereka oleh para aktivis yang memiliki kepedulian atas dunia kerja di Indonesia yang kini didominasi oleh sistem kontrak, yang mana bila ditinjau secara mendalam cukup merugikan pihak pekerja walaupun gaji yang ditawarkan umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan menjadi pekerja tetap. Terutama di mana sistem kontrak tersebut cukup menyepelekan aspek kesehatan serta keselamatan dari pegawai yang bersangkutan, dikarenakan beberapa perusahaan merasa telah cukup bertanggung jawab hanya dengan memberikan nominal gaji yang lebih besar dibandingkan dengan pegawai yang berstatus sebagai pekerja tetap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *