Pengertian Kesehatan Keselamatan Kerja

Pengertian kesehatan keselamatan kerja merupakan suatu kondisi di mana pekerjaan dapat berlangsung secara kondusif tanpa menimbulkan ancaman bahaya berupa apa pun terhadap pekerja itu sendiri. Melalui definisinya saja sudah jelas bahwa K3 tersebut diperjuangkan demi kepentingan para pekerja yang acap kali disepelekan, padahal keuntungan yang dihasilkan dari penerapannya pun tidak semata-mata hanya didapatkan oleh satu pihak saja, melainkan kedua belah pihak.

Dari pengertian kesehatan keselamatan kerja sendiri, kita dapat mengetahui bahwa tujuan dari K3 tersebut sangatlah mulia, yakni :

pengertian kesehatan keselamatan kerja
1. Memberikan perlindungan serta bentuk pertanggungjawaban atas pekerja di lokasi pekerjaan.
2. Bertanggung jawab bahwa semua lokasi dapat dimanfaatkan sumber dayanya dengan baik.
3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
4. Dapat menganalisa potensi-potensi bahaya dan memperkirakan penanganan atau pencegahannya.
5. Guna memperkirakan alat-alat pengamanan yang sekiranya akan dibutuhkan oleh para pekerja di areal tugas tersebut.
6. Menunjukkan kepedulian serta tindakan nyata perusahaan terhadap para pegawainya dan bukan sekedar omong belaka atau janji palsu.
7. Meningkatkan keeratan hubungan di lokasi kerja, baik antar sesama pegawai maupun dengan pihak perusahaan.

Jika tujuan dari penerapan pengertian keselamatan kerja dapat terlaksana dengan baik, maka bukan hanya para pekerja saja yang dapat merasakan keuntungannya, melainkan demikian pula dengan pihak perusahaan. Sebab, dengan melaksanakan kesehatan keselamatan kerja bagi para pekerja saja, perusahaan sudah memiliki level berbeda dari pihak lain yang mengabaikan hal tersebut. Citra baik dan peduli secara otomatis disematkan kepada perusahaan. Selain itu, perusahaan pun juga dapat terhindarkan dari kemungkinan mengeluarkan dana penanggulangan penyakit yang fantastis bila tidak melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan lingkungan maupun fisik pekerja, karena perusahaan pun juga tidak melakukan kelalaian apa pun sehingga tidak dapat dipersalahkan bila kemudian terjadi sebuah insiden maupun pekerja jatuh sakit. Proses pengerjaan atau penggarapan suatu areal pun kemudian akan menjadi lebih produktif serta efektif tanpa banyak kendala berarti dengan disingkirkan atau dicegahnya variabel-variabel yang dapat menghalangi atau memperlambat aktifitas para pekerja.

Manajemen Keselamatan Kerja

Manajemen keselamatan kerja sendiri merupakan tahapan-tahapan yang perlu diambil dalam upaya pelaksanaan kesehatan keselamatan kerja (K3) bagi para pegawai. Manajemen ini sebaiknya dibentuk oleh perwakilan kedua belah pihak, yakni perusahaan atau atasan dengan pihak tenaga kerja. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah :

1. Melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kerja.
Hal-hal yang perlu diperiksa antara lain kondisi udara di sekitar lokasi pekerjaan di mana kandungannya lebih baik diperiksa secara mendalam dan teliti akan kerentanan terhadap virus, bakteri, maupun debu yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Kemudian, tingkat kebersihan air serta fasilitas-fasilitas yang digunakan bersama. Melakukan hal-hal semacam ini dapat mencegah pekerja terjangkit penyakit ataupun tertular dan menularkannya antar sesama pegawai.

2. Melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pekerja.
Guna menghindari kecelakaan kerja, salah satu yang harus dipastikan lebih dulu adalah kondisi kesehatan tenaga kerja yang bersangkutan sebelum terjun ke lapangan. Jika memang sejak pemeriksaan kesehatan pekerja tersebut dinyatakan sedang tidak sehat, sebaiknya beristirahat dahulu hingga sepenuhnya pulih, lalu baru kembali bekerja.

3. Menyediakan asuransi kesehatan para pekerja.
Hal ini juga merupakan langkah manajemen keselamatan kerja yang seharusnya dipatuhi oleh semua pihak pemberi kerja terhadap pegawainya, terutama bila menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukan memiliki resiko tinggi. Sayangnya, asuransi kerja yang merupakan hak pegawai kadang kala tidak diberikan oleh perusahaan, utamanya untuk tenaga kerja kontrak.

manajemen keselamatan kerja

Sebenarnya, manajemen keselamatan kerja sendiri telah diatur secara jelas dalam undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku. Sehingga, bila salah satu atau bahkan kedua belah pihak tidak mematuhi perudangan tersebut, maka kerja sama yang terjalin dianggap null atau tidak sah oleh negara. Bahkan, negara dapat bertindak dengan menjatuhkan sanksi pidana bila bagian dari aturan ketenagakerjaan yang telah dengan jelas diatur dalam undang-undang dengan sengaja tidak dipatuhi dan diabaikan demi mengeruk keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik bila manajemen tersebut dilaksanakan sesuai prosedur yang juga telah diatur oleh negara demi kebaikan kedua belah pihak.

Artikel Kesehatan Keselamatan Kerja

Banyak sekali pegawai maupun pihak perusahaan yang mengabaikan perihal pentingnya kesehatan keselamatan kerja (K3). Bisa jadi karena mereka memang tidak peduli selama pembayaran antara kedua belah pihak berjalan lancar, atau karena kurangnya pengetahuan akan hal tersebut. Sikap acuh tak acuh dari kedua belah pihak terhadap sesuatu yang sangat penting semacam ini kemudian membuat gemas para aktivis ketenagakerjaan maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian akan kelayakan hidup seorang pekerja, sehingga mereka pun gencar bersosialisasi melalui artikel kesehatan keselamatan kerja yang dapat dengan mudah ditemui di dunia maya, maupun melalui gerakan di dunia nyata dengan menyebar brosur maupun mengedukasi langsung kedua belah pihak yang terlibat dalam perjanjian kerja.

Dalam artikel kesehatan keselamatan kerja yang telah mereka sebarluaskan di internet, dijabarkan secara mendetail perihal definisi, tujuan, manfaat, hingga pengaplikasian dari tindakan tersebut. Kampanye yang mereka lakukan kini mulai berbuah manis dengan meningkatnya kesadaran akan kepentingan keselamatan kerja dari kedua belah pihak. Namun, hal itu dirasa masih belum cukup dengan masih banyaknya yang dengan sengaja tetap menutup mata meski mengetahui pentingnya keselamatan bagi para pekerja.

artikel kesehatan keselamatan kerja
Mengutip dari artikel kesehatan keselamatan kerja yang telah dirilis di berbagai portal online, baik blog pribadi maupun situs-situs perihal dunia pekerja, manfaat dari kesehatan keselamatan kerja itu sendiri sangatlah banyak. Antara lain :

1. Mengidentifikasi tingkat keselamatan pegawai di area kerja. Hal ini sangat penting dilakukan, terutama bagi yang bekerja di bidang konstruksi yang mana membangun sebuah bangunan memiliki banyak sekali resiko yang mengancam keselamatan para pekerja yang terjun langsung ke lapangan.
2. Mencegah munculnya penyakit dari lokasi kerja yang dapat menyerang para pegawai yang bertugas di tempat tersebut. Mengingat penyakit akibat virus yang dapat menular dengan mudah melalui udara, maka pemeriksaan menyeluruh terhadap tingkat sterilitas lokasi yang digunakan perlu dilakukan untuk menghindari para tenaga kerja terjangkit virus yang mengendap di lokasi tersebut. Setidaknya, bila memang tetap harus melakukan pekerjaan di sana, para pegawai perlu mendapatkan perawatan pencegahan.

Pengertian K3 Menurut Para Ahli

Kesehatan, Keselamatan, dan Kesejahteraan (K3) merupakan aspek penting yang tidak boleh disepelekan dalam dunia kerja, terutama bagi para karyawan yang bekerja kepada perseorangan maupun instansi. Persoalan K3 ini sendiri kerap memicu polemik ketika terjadi sebuah insiden dalam pekerjaan yang berakibat cukup fatal terhadap si pegawai. Apa sebenarnya pengertian K3 menurut para ahli?
Banyak sekali ahli yang telah mengeluarkan pendapat perihal definisi maupun pelaksanaan dari K3 tersebut untuk kepentingan pekerja. Berikut ini adalah beberapa pengertian K3 menurut para ahli yang dapat memberikan jawaban terhadap mereka yang belum mengerti benar akan arti sekaligus pentingnya K3 dalam dunia kerja :

pengertian k3 menurut para ahli

Jhon Ridley
Merupakan seorang penulis buku-buku non-fiksi best-seller di bidang kesehatan dan keselamatan kerja, Jhon Ridley berpendapat bahwa K3 adalah kondisi di mana pekerjaan tersebut berjalan baik dan aman bagi pekerja, perusahaan, maupun masyarakat sekitar perusahaan.

Lalu Husni
Sebagai seorang ahli dalam hokum ketenagakerjaan, Lala Husni menyebut bahwa K3 merupakan segala bentuk upaya untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja maupun timbulnya penyakit akibat pekerjaan.

Suma’mur
Penulis yang khusus mengkritisi tentang dunia kerja ini menulis bahwa K3 adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, aman, serta tentram bagi para pegawai dari perusahaan terkait.

Sementara tujuan dari penerapan pengertian K3 menurut para ahli tidak lain semata-mata demi keuntungan pegawai, terutama yang bekerja di medan-medan sulit seperti perusahaan konstruksi. K3 diperuntukkan bagi para pekerja, serta diperjuangkan pula untuk mereka oleh para aktivis yang memiliki kepedulian atas dunia kerja di Indonesia yang kini didominasi oleh sistem kontrak, yang mana bila ditinjau secara mendalam cukup merugikan pihak pekerja walaupun gaji yang ditawarkan umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan menjadi pekerja tetap. Terutama di mana sistem kontrak tersebut cukup menyepelekan aspek kesehatan serta keselamatan dari pegawai yang bersangkutan, dikarenakan beberapa perusahaan merasa telah cukup bertanggung jawab hanya dengan memberikan nominal gaji yang lebih besar dibandingkan dengan pegawai yang berstatus sebagai pekerja tetap.